Apakah Perbedaan Investasi dan Spekulasi, Investor Harus Paham

“Jangan berspekulasi !” itu kata yang sering kita dengar pada saat seseorang akan atapun sedang memutuskan sesuatu. Dibawah pikiran sadar kita tidak mau dilabel terlibat dalam hal spekulasi.  Disisi lain kita berencana untuk investasi di bidang property.  Timbul pertanyaan apakah benar kita sudah melakukan proses investasi yang benar, ataukah kita sebenarnya melakukan spekulasi di bidang property.  Untuk itulah kita perlu tahu perbedaan makna, kondisi dan hasil dari istilah Investasi dan Spekulasi. Investasi merupakan pengorbanan yang kita lakukan pada saat ini untuk mengharapkan sejumlah keuntungan dimasa datang yang jumlahnya belum pasti.  Sedangkan Spekulasi mempunyai arti berupa Tindakan yang memasuki bisnis yang melibatkan resiko-resiko yang tidak biasa untuk mendapatkan kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang sangat besar.

Perbedaan mendasar antara investasi dan spekulasi adalah dalam investasj kita menanamkan sejumlah uang dengan membuat perhitungan-perhitungan untuk mengharapkan keuntungan dimasa depan yang tidak pasti, dengan sudah memperhitungkan resiko-reiko yang akan timbul.  Sebaliknya pada spekulasi mengabaikan factor resiko yang mungkin muncul.

Sebagai contoh dari spekulasi adalah apabila kita membeli rumah tanpa sertifikat.  Dengan kondisi demikian pasti harga rumah terebut murah, namun bila sertifikat rumah tersebut tidak ditemukan, maka nilai investasi bisa jadi hilang.  Kenapa orang memilih untuk spekulasi, salah satunya adalah karena potensi keuntungan yang besar, meskipun juga dengan resiko yang besar .

Jadi jika Kita berusaha untuk menggunakan parameter yang ada dan potensi resiko yang mungkin muncul, dan keuntungan investasi property dapat terprediksi berdasarkan Analisa tersebut, maka bisa dikatakan Kita telah melalukan investasi property. Sebaliknya jika Kita tidak menganalisa resiko dan penentuan keputusan berdasarkan dugaan dan naruri, maka ada tahap tersebut bisa dikatakan Kita sedang melakukan spekulasi.